Terbawa ke Sumbawa (01)

Tiga hari dua malam sudah Luki terjepit diantara penumpang dan barang bawaan. Demi turut serta pada kepulangan Aisah, gadis Sumbawa yang dipujanya ke kampung halamannya. Ini adalah kesempatannya untuk mengenal keluarga Aisah sebelum Luki membulatkan tekad untuk mempersuntingnya. Bagaimanapun urusan antar keluarga sering dikatakan tak penting, tapi lain lagi bagi Luki apalagi Aisah gadis yang sudah beberapa bulan dipacarinya juga menempatkan keluarga Luki sedemikian pentingnya. Ia tak ingin kalah dari Aisah.
Tanah Sumbawa yang kali ini merengas gersang mulai membara bersama matahari menjelang siang, debu jalanan berterbangan di sepanjang perjalanan. Aroma dedaunan ilalang kering menyeruak memenuhi bus yang mereka tumpangi, ketika kaca-kaca jendela mulai digeser terbuka untuk menghilangkan udara panas di bus tanpa AC. Dikejauhan di padang rumput yang masih menyisakan sedikit kehijauan sesekali tampak sekawanan kerbau, kuda atau menjangan. Aisah menggelengkan kepala ketika Luki menanyakan apakah kawanan hewan itu liar. Semua hewan itu ada pemiliknya meski dibiarkan berkeliaran kemana hawan-hewan itu mau.
"Masih jauhkah desa Batu Bulan itu Aisah ?"
"Sekitar empat atau lima jam lagi, tapi kita akan singgah di restoran sekitar satu jam lagi. Kak Luki sudah lapar?"
Aisah sudah mulai hafal tingkah polah Luki, kapan ia mulai kelaparan, ia akan bertanya ini dan itu. Aisah mengeluarkan lepet yang dibelinya waktu turun di pelabuhan Poto Tano tiga jam yang lalu. Empat lepet dihabiskannya dan baru menawarkan satu yang tersisa pada Aisah.
"Heeh habisin sekalian aja, udah tinggal satu baru nawarin,... dikira aku ndak lapar juga apa,..."
"Lho, di tasmu itu kan masih ada lima lagi,..."
"Kok Kak Luki tahu,...?"
"Ya tahu dong, tadi Aisah bayar 10.000 kan ,..."
"Nih habisin juga !" Aisah mengeluarkan ikatan lepet berisi lima bungkus lagi
"Ah ndak ah, habis lima sudah kenyang kok,..."
"Ya mesti kenyang, lima itu sebenernya cukup untuk dua orang kok,..."
Bus jurusan Mataram - Sumbawa Besar itu melaju membelah alam bumi Samawa, diiringi VCD musik lagu "Salah Alamat" yang dinyanyikan Ayu Ting-Ting.


